Tentang Sistem Ujian CBT di UN dan SBMPTN

05.54 0 Comments

Di jaman yang serba canggih ini, banyak banget kegiatan tradisional yang digantikan teknologi serba modern. Contohnya banyak banget, yang anget-anget misalnya ojek online yang udah mulai menjamur di beberapa kota besar, marketplace belanja online yang mendapatkan funding luar biasa gede dari para investor, termasuk media pembelajaran multimedia.
Nah sekarang ini sistem ujian di Indonesia juga sedang mengalami masa transisi dari sistem ujian tradisional ke sistem tes terkomputerisasi atau CBT (computer based test). Dimulai dari UN yang mulai tahun 2015 lalu sudah mulai diterapkan UN CBT, trus tahun ini sekolah peserta UN CBT ditambah lagi. Ga ketinggalan, di SBMPTN tahun ini juga mulai perlahan diterapkan SBMPTN CBT.

Apa itu CBT?


Sistem penyelenggaraan ujian secara umum dibagi menjadi 2: Tes Konvensional dan Tes Modern. Tes Modern ini nanti dibagi lagi menjadi linear CBT dan CAT. Apa sih bedanya?
  • Tes Konvensional: tes dengan menggunakan kertas dan pensil, dengan jumlah butir soal tertentu(fixed length), penilaian secara manual oleh tenaga manusia. Seluruh pelajar Indonesia pastinya udah familiar banget dengan cara ini.
  • Tes Modern: tes dengan menggunakan komputer (computer based test)
    • CAT: tes dengan menggunakan komputer, di mana program mampu memilihkan soal-soal yang tingkat kesulitannya sesuai dengan kemampuan peserta ujian. Sistem tes CAT biasanya dipake untuk simulasi tes CPNS.
    • Linear CBT: tes dengan menggunakan komputer, dengan jumlah butir soal tertentu (fixed length), penilaian dilakukan secara otomatis oleh komputer.
Nah yang akan lo hadapi ketika UN dan SBMPTN nanti adalah Linear CBT, lebih akrab disebut CBT aja.

CBT Ujian Nasional

Karena penerapan CBT udah pernah dilakukan di Ujian Nasional 2015 lalu, gue mulai penjelasan dari CBT Ujian Nasional dulu ya. Informasinya lebih melimpah dibandingkan CBT SBMPTN. Gue rasa informasi penerapan CBT pada Ujian Nasional bisa kita pake buat meraba-raba pelaksanaan CBT di SBMPTN.
CBT UN atau resminya disebut sebagai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Sistem ini hadir dengan beberapa latar belakang, di antaranya untuk meminimalisasi kecurangan atau kebocoran soal yang kerap terjadi saat UN dan mengurangi biaya pelaksanaan UN dengan meniadakan distribusi soal dan lembar jawaban kertas.
Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UN CBT pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UN CBT dengan mengikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Tahun 2016 ini rencananya akan dilaksanakan di 4441 sekolah yang terdiri dari 1022 SMP/MTs, 1314 SMA/MA, dan 2105 SMK. Kalo dibandingin dengan 2015, maka sekolah peserta UN CBT tahun ini meningkat 800%! Ke depan sih rencananya akan ditambah terus sekolah penyelenggara UN CBT.
Untuk mengetahui apakah sekolah lo akan menjadi salah satu peserta UN CBT, sekolah biasanya akan memberi kepastian sekitar bulan Maret. Menjelang pelaksanaan UN, sekolah juga biasanya akan menggelar beberapa kali try out UN CBT untuk membiasakan siswa dengan sistem ini.

Mekanisme Pelaksanaan UN CBT


Pada kenyataannya, penyelenggaraan UN CBT saat ini menggunakan sistem semi-online. Maksudnya gimana tuh? Jadi, awalnya soal akan dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal di sekolah-sekolah. Kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secaraoffline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah). Setelah semua jawaban siswa terkumpul di server lokal, barulah nanti dikirimkan ke server pusat secara online (upload). Jadi jangan takut internet mati, karena koneksi ke server sekolah tersambung offline. Selain itu, pemilihan sekolah yang akan ikut UN CBT mempertimbangkan kesiapan infrastruktur sekolahnya. Biasanya pihak sekolah sudah menyiapkan UPS untuk mengantisipasi mati lampu.

Tampilan Ujian UN CBT


Saat UN CBT, siswa akan diberi ID dan password masing-masing. Setelah login ke aplikasi CBT, siswa akan diminta memasukkan token seperti password, misalnya WYZA4T. Token ini akan diberitahu oleh proktor di ruangan masing-masing saat ujian akan berlangsung. Setelah memasukkan token, klik "Mulai" dan soal akan muncul. Berikut beberapa contoh tampilannya.
http://www.widoajiwibowo.info/2015/02/ngintip-aplikasi-un-cbt-2015.html

nuerfajary.blogspot.com

http://news.okezone.com/read/2015/04/02/65/1128130/tata-cara-un-online

Beberapa hal yang mesti diperhatikan tentang tampilan UN CBT:

Timer

Pada bagian atas halaman tes, peserta dapat melihat waktu sisa dari ujian yang sedang kamu kerjakan.

Navigasi soal 

Pada sidebar kanan, ada tombol nomor yang merepresentasikan nomor soal. Peserta tes bisa pindah ke soal-soal yang lain. Jadi untuk mengerjakan soal ga harus sesuai urutan. Tinggal klik aja tombol nomornya. Saat kalian sedang membuka satu soal, tombol nomor soal yang sedang kalian buka itu akan berwarna biru muda. Ini akan memudahkan kalian untuk mengetahui kalian sedang mengerjakan soal nomor berapa.

Menjawab soal 

Untuk menjawab soal, peserta tes dapat menggunakan mouse dengan mengklik tombol A-B-C-D-E yang terlihat pada gambar. Peserta juga dapat menjawab dengan menekan tombol keyboard A-B-C-D-E. Ketika peserta telah memilih satu jawaban, tombol nomor soal akan berubah warnanya menjadi abu-abu dan akan muncul indikator kecil jawaban di tombol nomor soal. Kalian bisa lihat pada gambar kedua, misalnya. Pada sisi kanan atas tombol nomor 1, ada tulisan C. Itu berarti si peserta telah menjawab soal nomor 1 dengan pilihan C. Walaupun demikian, kalian tetap bisa leluasa mengganti jawaban. Indikator akan berubah sesuai pilihan.

Perangkat 

Perangkat hardware yang digunakan dalam CBT UN sama dengan komputer biasa. Jadi hati-hati aja ya jangan sampe salah kepencet tombol keyboard-nya.
Setelah selesai, kita tinggal klik "Selesai" lalu Log Out. Kalau waktu masih tersisa dan kamu sudah selesai mengerjakan semua soal, kamu tetap bisa klik "Selesai" dan meninggalkan ruangan ujian.
Seperti yang udah gue sebutkan sebelumnya, sekolah akan mengadakan try out UN CBT untuk membiasakan siswanya dengan tampilan layar ujian. Sebenernya sih Balitbang Kemendikbud sempet punya website untuk melakukan testing CBT, tapi entah kenapa beberapa minggu terakhir websitenya udah ga aktif.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam UN CBT

- Ujian dilaksanakan dalam 3 shift / sesi. Mungkin menjelang UN nanti, sekolah akan membagi lo 
  dalam beberapa kelompok dan mengumumkan sesi yang akan lo jalani.
- Soal yang muncul dalam UN CBT akan berbeda antar peserta tes, jadi sangat kecil kemungkinan 
  terjadinya kecurangan seperti contekan atau bocoran. Biasanya seorang peserta tidak akan tahu 
  dapat paket soal apa dan temannya dapat paket apa. Kadang-kadang ada soal yang sama, tapi 
  pilihannya berbeda, urutan pilihan jawabannya berbeda, dan di nomor yang berbeda pula.
- Paket soal UN CBT berbeda dengan paket soal UN PBT.
- Jumlah soal dan waktu pengerjaan UN CBT sama dengan PBT.
- Tingkat kesulitan soal CBT dan PBT sama.
- Apabila dalam pelaksanaan UN CBT terjadi kendala teknis, maka akan dilakukan penjadwalan 
  ulang sehingga peserta tidak akan hilang kesempatan untuk mengikuti ujian.
- Hasil UN CBT tidak langsung muncul setelah peserta UN CBT selesai mengerjakan soal. Hasil UN 
  CBT akan muncul bersamaan dengan pengumuman hasil UN PBT.

SBMPTN CBT

Ujian tertulis SBMPTN dilaksanakan dalam 2 sistem ujian, yaitu CBT (computer based test) dan PBT(paper based test). SBMPTN CBT dilaksanakan bersamaan dengan SBMPTN PBT yaitu tanggal 31 Mei 2016.


Lo bisa milih apakah akan melaksanakan ujian tertulis SBMPTN secara CBT atau PBT. Jadi sekali lagi gue tegaskan ya, lo sendiri yang milih apakah lo mau ikut sistem PBT atau CBT. SBMPTN CBT 2016 ini dilaksanakan di 16 PTN lokasi tes. Jadi memang tempat tes CBT masih terbatas banget. Buat lo yang minat dengan SBMPTN CBT sih, gue saranin daftar di awal-awal periode pendaftaran.

Untuk rangkaian kegiatan SBMPTN CBT, sampai saat ini belum ada info resmi dari panitia seperti apa, jadi gue belum bisa ngasih info lebih. Apabila udah ada info lebih lanjut, artikel ini akan gue update. Untuk mekanisme pelaksanaannya sendiri, gue rasa ga akan terlalu beda jauh dari penerapan UN CBT.

Jadwal SBMPTN CBT dan PBT

KegiatanTanggal
Pendaftaran CBT dan PBT25 April - 20 Mei 2016
Ujian Tulis CBT dan PBT31 Mei 2016
Ujian Keterampilan1 dan/atau 2 Juni 2016
Pengumuman Hasil28 Juni 2016



Pro & Cons


Karena penentuan keikutsertaan SBMPTN CBT atau PBT terletak pada pilihan pribadi, beberapa saat setelah pengumuman, banyak banget anak yang nanyain:

"Mending ikut SBMPTN CBT atau PBT nih?"

Sebenernya sih hal ini sangat tergantung pada masing-masing anak. Antara ikut CBT atau PBT, pilihlah sistem yang paling membuat lo nyaman dan mana yang paling membuat lo merasa optimal ngerjainnya. Untuk tau lo nyamannya pake sistem apa, gue saranan lo untuk jajal terlebih dahulu kedua sistem tersebut.
Untuk menjajal sistem paper based-test, kalian bisa ikut TO di tempat bimbel atau TO event tertentu. Kalian juga bisa bikin TO PBT sendiri. Lembar jawaban komputernya bisa kalian minta ke tempat bimbel atau bisa kalian donlot dan print sendiri. Kalian tinggal gugel aja "lembar jawaban komputer". Glenn udah nulis panjang lebar buat kalian yang butuh info gimana caranya bikin TO mandiri: Penting gak sih TRY OUT dalam persiapan SBMPTN?
Untuk menjajal sistem computer based-test, kalian akan beruntung kalo sekolah kalian akan ikut UN CBT. Jadi kalian bisa ikut TO UN CBT dari sekolah. Untuk kalian yang sekolahnya ga ikut UN CBT atau Alumni yang udah lulus, sebenernya Balitbang Kemendikbud sempet punya website untuk melakukan testing CBT. Entah kenapa udah beberapa minggu ini ga aktif. Tapi gue saranin, lo simpan aja dulu linknya. Siapa tau beberapa hari ke depan, situsnya udah berfungsi lagi dan bisa lo jajalin deh tuh langsung sistemnya.

(+) Keunggulan sistem ujian CBT

  • Meminimalisasi human error
  • Lebih efisien, misalnya dalam pengisian biodata atau jawaban
  • Lebih santai, ga takut kertas ujian sobek atau basah

(-) Kelemahan sistem ujian CBT

  • Bagi yang ga terbiasa berada di depan komputer, mungkin mata akan capek bila mantengin monitor selama beberapa jam
  • Tidak bisa coret soal. Meski nanti akan dikasih kertas HVS, tapi banyak anak yang udah terbiasa corat-coret di soalnya langsung

(+) Keunggulan sistem ujian PBT

  • Sebagian besar sudah terbiasa dengan sistem PBT
  • Bisa langsung corat-coret di kertas soal

(-) Kelemahan sistem ujian PBT

  • Proses penghitaman jawaban memakan cukup banyak waktu
  • Lebih repot kalo mau ganti-ganti jawaban
****
Okey, demikian sekilas gambaran umum mengenai sistem ujian CBT di UN dan SBMPTN. Moga-moga artikel singkat di atas bisa memberi lo gambaran ataupun pertimbangan tentang tes yang akan lo jalani dan pilih nanti.
Referensi:
http://unbk.kemdikbud.go.id/index.php
http://www.kompasiana.com/leviana/curahan-hati-peserta-un-cbt-2015_5538a9b36ea8341968da42d1
foto banner: http://smubatik1-slo.sch.id
Sumber :

0 komentar: